Jurnal Gede

"Setiap pendakian gunung punya cerita. Ada yang berkaitan dengan misteri, keindahan, kisah persahabatan, cerita romantis ataupun sejarah kemerdekaan.  Bagi saya pribadi, gunung adalah tempat yang cocok untuk melakukan instropeksi diri, memupuk kepedulian, dan untuk mengurangi keegoisan yang selalu eksis didalam diri.

 

Kesempatan selanjutnya, saya singgah di Gunung Gede. Kembali ditemani oleh kawan-kawan BPJ (Salah satunya Syafroni-yang jepret foto diatas). Start poin di Kampung Rambutan, berangkatlah kami menuju ke kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.  


Cerita pendakian kami, beserta para pecinta ketinggian yang lain dimulai sekitar pukul 3 pagi dari kaki gunung menuju ke lokasi tempat camp d Kandang Badak. Suasana pegunungan ini boleh dikatakan Indonesia banget! Begini alasannya...

Versi lengkap

Jurnal Papandayan

"Bulan Juni, saya bersama teman-teman Backpackers Jakarta pergi mendaki gunung. Berangkat dari Jakarta, depan halte FK UKI carter angkutan umum langsung ke kawasan gunung Papandayan.
Gunung Papandayan berada di Kabupaten Garut - Jawa Barat yang merupakan gunung berapi berketinggian 2665 mdpl. Banyak objek menarik yang biasa dijadikan bahan pemotretan oleh para fotografer, seperti kawah Mas, Kawah Manuk, hutan mati, serta yang paling utama ialah hamparan edelweis yang indah di pos Tegal Alun.

Versi lengkap

Jurnal inspirasi

"Lebih dari 4 bulan blog ini gak di update. Layaknya sebuah rumah kosong tak berpenghuni.


Katanya blogger?

Alasannya kenapa?

Sibuk kuliah?

Gak punya ide tulisan?

......

alah bacot!


Kemarin di bulan Maret sempat mau bikin postingan tentang makanan khas dari berbagai macam tempat di Nusantara, itu pun mau update cuma karena dorongan kontes sebuah media. Lumayan sih, ikutan lomba menulis via blog bisa nambah uang saku.Beberapa bulan yang lalu, tepatnya bulan Januari dan April, saya sempat nge-trip ke beberapa tempat wisata di sekitaran wilayah Jakarta. Dari sekadar pelatihan dasar mapala ke Gunung Rungking di Tangerang sama teman teman kampus, sampai ke Kepulauan Seribu (Pulau tidung, Pulau Harapan dan Pulau Perak)  bareng anggota Backpackers Jakarta. Cukup lah buat inspirasi penulisan.


Versi lengkap

Jurnal embun

"Suatu pagi saat rintikan embun masih bertebaran di udara, membuat para pelajar enggan untuk keluar dari singgasananya, kasur. Mereka masih nyaman dalam kelembutan rajutan halus selimutnya juga empuk kapuk sebuah kasur. Seketika awan menjadi gelap disertai angin kencang datang menandakan hujan akan berkunjung. Komplit sudah.


Sementara itu saya masih menikmati sarapan di sebuah warteg dengan seruput kopi pertama mendengarkan dialog para penyiar radio berkicau sambil memutarkan lagu-lagu hits, saat itu pun saya ditemani sebuah mendung pagi yang kelam. Saya memaksakan diri pergi ke kampus dengan tujuan untuk sekadar hadir karena sebetulnya jatah saya bolos matkul tersebut sudah hampir habis.


Tidak seperti biasanya, jalanan yang biasa saya lewati dengan berjalan kaki berhiaskan redup awan gelisah, gelap tapi belum hujan. Sepoi angin berhembus dengan sangat tenang. Saya masih khawatir hujan akan turun tiba-tiba tanpa permisi, karena pasti akan basah kuyup nantinya. Walau begitu cuaca pagi itu benar benar saya nikmati.
Bulan Desember masih menyisakan misteri dalam menyambut tahun baru, apakah kita mampu menikmati keajaiban dan kejutan tuhan diakhir tahun ini?


>> Jurnal memburu berita, ada keajaiban di sebuah embun pagi.

Jurnal Transjogja

Tepat sehari sebelum peringatan kemerdekaan RI yang ke-68, pada tanggal 16 Agustus saya berangkat menuju Jogjakarta untuk urusan suatu hal. Walaupun begitu, kesempatan berjalan santai sekitaran Jogja juga masih sempat saya lakukan. Karena pada keesokan harinya, berbagai kemeriahan kemerdekaan akan mewarnai indahnya kota Jogjakarta.  Ada yang asik dengan kunjungan ke Jogja kali ini. Setelah sebelumnya saya pernah mencicipi jalan-jalan di ibu kota menggunakan transjakarta, akhirnya saya bisa mencoba jalan-jalan mengitari pusaran kota Jogja menggunakan transjogja dengan bermodalkan 3000 perak.


Map trayek difoto saat berada di terminal giwangan.

Versi lengkap

Jurnal Populer

Hak cipta milik Allah. Diberdayakan oleh Blogger.